HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA KEHAMILAN DI BPM. IDA LAKSANA DESA NGASEM KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2016

Nurin Fauziyah

Abstract


Berdasarkan SDKI survei terakhir tahun 2007 AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup ,meskipun demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia. Penyebab utama kematian maternal tersebut adalah perdarahan yang kesemuanya berpangkal karena anemi defisiensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia kehamilan di BPM BPM Ny. Ida Laksana Desa Ngasem Kecamatan Gurah Kabupaten Kedri Tahun 2016.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di BPM Ida Laksana. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang berkunjung ke BPM Ny. Ida Laksana yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan besar sampel 22 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan ibu hamil tentang anemia adalah kuesioner dan kejadian anemia kehamilan di ukur dengan menggunakan Hb Sahli. Analisa data digunakan korelasi spearman’s rank.
Hasil penelitian yang dilakukan dari 22 responden, didapatkan responden memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 13 responden (59,1%) dan mengalami anemia ringan 12 responden (54,5%). Sig(p)=0,047,α=5%=0,05 maka Ho ditolak berarti ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia kehamilan. Nilai correlation coefficient r=0,366, ini menunjukkan tingkat hubungan yang rendah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang anemia semakin rendah angka kejadian anemia ibu hamil.
Pemberian informasi yang baik akan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia sehingga ibu hamil dapat mengetahui cara pencegahannya dan angka kejadian anemia kehamilan dapat ditekan
Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu hamil, Anemia

Full Text:

PDF